Banyak orang mengaitkan warna hijau dengan alam karena sering kita lihat pada rumput, pepohonan, dan hutan yang menyegarkan. Dalam psikologi warna, hijau dianggap warna yang menenangkan karena panjang gelombangnya yang lebih pendek. Selain itu, hijau juga dihubungkan dengan berbagai simbol seperti alam, ketenangan, uang, keberuntungan, kesehatan, kecemburuan, dan kesadaran lingkungan.

Dalam mitologi kuno, simbol warna hijau melambangkan kesuburan bumi dan kesuburan wanita. Penelitian juga mengungkapkan bahwa warna hijau dapat merangsang kreativitas. Di samping itu, hijau memiliki dampak positif pada kesehatan mental dan fisik karena dapat mengurangi stres serta membantu proses penyembuhan.

Warna ini dalam psikologi memiliki banyak arti yang menarik. Berikut adalah lima makna simbol warna hijau menurut psikologi, seperti yang dilansir dari laman Verywell Mind:

  1. Menenangkan
    Warna hijau yang sering ditemukan di alam dapat memberi rasa nyaman dan tenang, terutama di tempat baru. Studi menunjukkan bahwa pengaruh warna hijau dalam ruang seperti restoran atau hotel dapat memberikan efek menenangkan. Bahkan, ada fenomena yang disebut “efek olahraga hijau”, di mana peserta merasa lebih sedikit gangguan suasana hati saat berolahraga sambil melihat gambar hijau di luar ruangan.

  2. Berhubungan dengan Alam
    Warna hijau memberi kesan segar karena memiliki hubungan kuat dengan alam. Peneliti berpendapat bahwa hubungan positif manusia terhadap warna hijau mungkin sudah ada sejak zaman purba, di mana warna hijau menandakan tempat di mana makanan, air, dan tempat tinggal dapat ditemukan. Interaksi dengan lingkungan hijau diketahui dapat mengurangi stres, meningkatkan fokus, dan kontrol diri. Tak jarang, kita menganggap sesuatu yang berwarna hijau sebagai lebih sehat, meski kandungan yang ada tidak berbeda.

  3. Memotivasi
    Warna hijau tidak hanya menenangkan tetapi juga dapat memotivasi. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kebutuhan pencapaian yang tinggi lebih sering memilih warna hijau, sementara mereka yang kebutuhan pencapaiannya rendah lebih sering memilih merah. Hal ini disebabkan oleh asosiasi budaya, di mana hijau menggambarkan situasi aman (seperti lampu hijau), sedangkan merah sering dikaitkan dengan peringatan atau bahaya. Hijau juga dikaitkan dengan kesuksesan dan keberuntungan, yang memotivasi seseorang untuk mencapai tujuan mereka.

  4. Optimistis
    Warna hijau juga mempengaruhi emosi dan memori. Studi menunjukkan bahwa orang cenderung mengingat kata-kata yang lebih positif ketika ditulis dengan warna hijau. Warna ini dapat meningkatkan optimisme, membuat seseorang merasa lebih berharap dan mengurangi rasa takut akan kegagalan. Hijau memberikan konotasi yang lebih positif dalam hal memori dan pengharapan.

  5. Bersifat Iri
    Meski dikaitkan dengan emosi positif, hijau juga memiliki sisi negatif, seperti perasaan iri atau cemburu. Kita sering mendengar ungkapan “hijau karena iri”, yang menunjukkan asosiasi antara warna hijau dan kecemburuan. Beberapa teori mengatakan bahwa warna hijau terhubung dengan penyakit fisik, yang kemudian berhubungan dengan rasa iri hati, yang dianggap sebagai “penyakit emosional”.

Dengan banyaknya arti yang dimiliki warna hijau, kita bisa melihat betapa kompleksnya pengaruh warna ini dalam kehidupan kita sehari-hari, dari dampak psikologis hingga kaitannya dengan budaya dan mitologi.